Tuesday, March 04, 2008

Doa Kami di Namamu

Salah satu keunikan manusia adalah kemampuan memberi nama. Tindakan menamai merupakan kekhasan manusia. Mahkluk lain seperti binatang dan pepohonan tidak mempunyai kemampuan ini. Kemampuan menamai ini bisa dilihat sebagai salah satu cara mengada manusia.

Tapi, manusia tidak bisa menamai dirinya sendiri. Sudah mentradisi, manusia diberi nama beberapa saat setelah ia dilahirkan. Nama menjadi bagian dri identitas. Seandainya saja, saat berumur satu hari bayi mampu menamai dirinya sendiri, mungkin aku akan melakukan hal serupa pada anakku. Namun itulah yang terjadi pada manusia.

Aku dan ibu peri mengamini nama sebagai doa. Mungkin bagi Shakespeare, nama tidak ada artinya. Tapi, nama bagi kami adalah doa dan doa adalah energi.

Sekarang, aku mau memperkenalkan nama peri kecil kami. Namanya Jagad Cleva Nitisara. Jagad merupakan representasi doa kami agar anak ini kelak mempunyai wawasan luas. Cleva arti harafiahnya adalah puncak gunung. Dalam kata ini, kami senantiasa berdoa agar anak ini mempunyai semangat tidak pantang menyerah dan dekat dengan Tuhan. Nitisara adalah sinonim dari wicaksono atau pecinta kebijaksanaan. Dalam kata ini, kami tanamkan sepotong doa agar kelak anak ini mampu berpikir dan bertindak secara bijak.

Nah, sebagai orang yang lagi belajar beriman, aku dan ibu peri mengamini itu semua. Tuhan sebagai sumber hidup dan Raja Semesta Alam selalu membuka jari-jari tangan-Nya bagi doa-doa dan kerinduan mahkluk ciptaan-Nya. Aku sendiri merasakan ada energi ajaib yang mengalir di dalam diriku setelah kelahiran jabang bayi yang akrab disapa dengan nama Jagad itu. Sebuah pengalaman luar biasa. Panggilan hidup itu seperti lintang kemukus di pagi hari. Semakin terang. Meski tetap tersaput kabut misteri kehidupan.

Kini, Jagad lahir sebagai musafir baru. Dengan langkah-langkah kecil nan sederhana, ia mulai menjiarahi kehidupan di dunia, kehidupan yang diberikan secara cuma-cuma oleh Pencipta. Kehidupan di dunia yang hanya sekali saja. Kehidupan yang pantas dirayakan dan disyukuri!

2 comments:

aurel said...

aku sudah tau sekarang
kenapa namanya jagad
^_^
cpet gede ya, nak ya... kelak kamu akan panggil aku... hmm... auntie :P

Olive said...

mendengar kat lintang kemukus aku teringat sebuah kata yg pernah tertulis di hpku. Semoga Jagad spt Lintang Kemukus yg selalu menerangi jalan kebaikan bagi keluarga