Tuesday, August 28, 2007

28-08-07

Makanlah anakku.
Biar engkau hidup.
Meski cuma secuil roti sisa.
Tapi ini sangat mahal harga.
Semahal darah dan keringat bapakmu.
Makanlah.
Agar engkau hidup.

2 comments:

nara patrianila said...

merenda keringat
melekat kan satu-satu dengan doa
sayap peri kecil tertata satu-satu
saatnya dia akan terbang
menunjukan pada dunia apa itu cinta
cerita saat itu simpan saja di jiwa

Anonymous said...

selamat jadi bapak.... :)

aureliaclaresta@yahoo.com